Letak Halaman : Home » Buku » Konsep-konsep Pemberdayaan Masyarakat

 
 

Konsep-konsep Pemberdayaan Masyarakat

KONSEP-KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

398 hal + xii @ Rp. 65.000,–

Oleh:

Prof.Dr.Ir. Totok Mardikanto, MS.

Softcopy @ Rp. 25.000,–

KATA PENGANTAR

Kata “pembangunan”, sejak beberapa dasawarsa terakhir bamnyak diperbincangkan oleh beragam kalangan, baik aparat birokrasi, politisi, akademisi, dan praktisi serta kelompok-kelompok masyarakat yang peduli dan berkepentingan dengan upaya perbaikan kehidup pribadi, keluarga dan masyarakatnya.

Tetapi, pembangunan yang memusatkan dirinya pada pencapaian pertumbuhan di tingkat makro, ternyata justru menimbulkan banyak petaka bagi sebagian besar masyarakat yang akan diperbaiki kehidupannya.

Karena itu, sejak kegagalan teori dan model pembangunan yang terlalu mengagungkan pertumbuhan, banyak kalangan mengalihkan kiblatnya kepada pembangunan yang memusatkan kepada rakyat, yang di dalam nya mensyaratkan optimasi sumberdaya local, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak saat itulah, “pemberdayaan” yang dikenalkan di Indonesia sejak awal 1990-an melalui program IDT (Inpres Desa Tertinggal), telah membius banyak kalangan dan dijadikan tumpuan harapan banyak pihak. Tidak saja oleh sebagian besar masyarakat lapisan bawah, tetapi juga para elit kekuasaan.

Pemberdayaan, dewasa ini telah menjelma sebagai program nasional melalui PNPM (Program Nasional Pem berdayaan Masyarakat), sehingga tidak satupun SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) yang tidak memiliki program/kegiatan pemberdayaan masyarakat. Bahkan, di seluruh provinsi, dan kabupaten/kota, perlu dibentuk instansi khusus yang bernama Badan/Kantor Pemberdayaan Masyarakat.

Demikiian juga di dalam struktur pemerintah desa/kelurahan, juga dibentuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/LPMK). Tidak cukup di situ, di kalangan dunia-usaha, baik BUMN/Swasta, juga ada kewajiban melakukan pemberdayaan masyarakat melalui progran tanggungjawab sosdial dan lingkiungan dalam bentuk: Proram Kemitraan dan Bina Lingkungan (PK-BL) di BUMN, maupun CSR (Corporate Social Responsibility) di kalangan Swasta.

Tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa praktek pelaksanaan pemberdayaan masyarakat seringkali jauh meleset dari konsepnya. Pemberdayaan menjadi lebih “memperdayai”, upaya pengembangan kemandirian masyarakat justru lebih cenderung melestarikan ketergantungan masyarakat kepada beragam bentuk bantuan, pinjaman lunak, modal bergulir, dll.

Lebih ironisnya, program/kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak sedikit yang dijadikan ladang manipulasi dan korupsi.

Oleh sebab itu, buku ini diterbitkan dengan harapan untuk dapat dijadilkan acuan bagi semua pihak, baik: aparat birokrasi, politisi, akademisi, praktisi/fasilitator maupun pemerhati/ pengamat kegiatan pemberdayaan masyarakat,

Buku ini berisi 13 Bab, yang diawali dengan dua Bab yang berisi telaahan kritis tentang upaya perbaikan kesejahteraan dan perubahan-perubahan paradigma pembangunan, Dua Bab berikutnya, Bab 3 berisi tinjauan tentang pembangunan berbasis pemberdayaan yang diawali dengan pengertian pemberdayaan, dan Bab 4 telaahan tentang pemberdayaan masyarakat sebagai suatu proses. Bab 5, berisi tentang filosofi dan prinsip pemberdayaan, disambung Bab 6 tentang lingkup dan tahapan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Bab 7 tentang pendekatan dan strategi bagi pelaksanaan pemberdayaan masyarakt. Bab 9, 10, dan 11 menyampaikan pengenalan wilayah-kerja, metoda dan materi pemberdayaan masyarakat. Akhirnya ditutup dengan dua Bab tentang perencanaan serta pemantauan dan evaluasi program/kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Buku ini bukanlah “Kitab Suci” yang harus ditaati, tetapi lebih untuk membuka percakapan, dan mengajak untuk secara kritis bersama-sama membangun kegiatan belajar-bersama serta berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing).

Karena itu, adanya kritik untuk melengkapi dan memperbaiki isi buku ini akan diterima dengan senang hati.

Semoga bermanfaat!

Sukoharjo, Maret 2010

Penulis

Info buku selengkapnya kunjungi di sini

DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN 1

1.1. Kesejahteraan Untuk Semua 1

1.2. Pembangunan Untuk Perbaikan Kesejahteraan 2

1.3. Penerapan Teknologi Dalam Pembangunan 9

II. KONSEP PEMBANGUNAN 13

2.1. Konsep-Konsep Pembangunan 13

2.2. Pelaku-Pelaku Pembangunan 31

III. PEMBANGUNAN BERBASIS PEMBERDAYAAN 37

3.1. Pengertian Pemberdayaan 37

3.2. Bias-Bias Pemikiran Tentang 48

Konsep Pemberdayaan Masyarakat

3.3. Dilema Pemberdayaan Masyarakat 52

3.4. Pemberdayaan: Memadukan Pertumbuhan 55

Dan Pemerataan

3.5. Pembangunan Berbasis Pemberdayaan 64

IV. PEMBERDAYAAN SEBAGAI PROSES 87

4.1. Pemberdayaan Sebagai Proses Perubahan 90

4.2. Pemberdayaan Sebagai Proses Pembelajaran 95

4.3. Pemberdayaan Sebagai Proses 98

Penguatan Kapasitas

4.4. Pemberdayaan Sebagai Proses 104

Perubahan Sosial

4.5. Pemberdayaan Sebagai Proses Pembangunan 106

Masyarakat

4.6. Pemberdayaan Sebagai Proses 114

Pengembangan Partisipasi Masyarakat

\

V. FILOSOFI DAN PRINSIP 139

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

5.1. Filosofi Pemberdayaan Masyarakat 139

5.2. Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Masyarakat 145

5.3. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat 151

VI. LINGKUP DAN TAHAPAN KEGIATAN 157

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

6.1. Lingkup Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat 157

6.2. Tahapan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat 168

VII. PENERIMA MANFAAT & FASILITATOR 179

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

7.1. Penerima Manfaat Pemberdayaan Masyarakat 179

7.2. Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 191

VIII. PENDEKATAN DAN STRATEGI 219

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

8.1. Pendekatan Pemberdayaan Maasyarakat 219

8.2. Strategi Pemberdayaan Masyarakat 230

IX. PENGENALAN WILAYAH KERJA 253

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

9.1. Makna Pengenalan Wilayah Kerja 253 Penyuluh/Fasilitatoran

9.2. Lingkup Pengenalan Wilayah-Kerja 255

Penyuluh/Fasilitatoran

X. METODA PEMBERDAYAAN 271

MASYARAKAT

10.1. Ragam Metoda Pemberdayaan Masyarakat 272

10.2. Prinsip-Prinsip Pemilihan Metoda 282

Pemberdayaan Masyarakat

10.3. Pendekatan Untuk Memilih Metoda 285

Pemberdayaan Masyarakat

10.4. Pilihan Metoda Menurut Tahapan 294

Pemberdayaan Masyarakat

XI. MATERI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 295

11.2. Materi Pemberdayaan Masyarakat 303

11.3. Sifat-Sifat Materi Pemberdayaan Masyarakat 311

11.4.Sumber Materi Pemberdayaan Masyarakat 315

11.5. Pemilihan Materi Pemberdayaan Masyarakat 317

X1I. PERENCANAAN PROGRAM 321

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

12.1. Pengertian Perencanaan Program 321

Pemberdayaan Masyarakat

12.2. Arti Penting Perencanaan Prog ram 325

Pemberdayaan Masyarakat

12.3. Ukuran Perencanaan Program Yang Baik 327

12.4. Filosofi Program Pemberdayaan Masyarakat 331

12.5. Lingkup Materi Program 338

Pemberdayaan Masyarakat

12.6. Keberhasilan Perencanaan Program 240

Pemberdayaan Masyarakat

12.7. Legitimasi Perencanaan Program 342

Pemberdayaan Masyarakat

12.8. Tahapan Perencanaan Program 347

Pemberdayaan Masyarakat

X111. PEMANTAUAN DAN EVALUASI 361

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

13.1. Konsep-Konsep Pemantauan Dan Evaluasi 361

13.2. Prinsip-Prinsip Evaluasi 377

13.3. Kualifikasi Evaluasi Yang Baik 379

13.4. Pendekatan Dalam Pelaksanaan Evaluasi 382

13.5. Model-Model Evaluasi 392

13.6. Indikator Dan Pengukuran 396

Pemberdayaan Masyarakat

13.7. Metoda Evaluasi 403

13.8. Penulisan Laporan Evaluasi 432

PUSTAKA ACUAN 435